-->

Notification

×

Translate

Kode Iklan Homepage 970x250 atau 728x90 taruh disini --

Kode Iklan mobile 728x90 taruh disini

Tag Terpopuler

Banjir Tak Surut Sepekan, Warga Teluk Buntal Tuding Kanal PT NSP Biang Masalah

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:17 WIB Last Updated 2025-12-25T07:33:15Z


Meranti — Warga Desa Teluk Buntal, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, tengah menghadapi kondisi sulit akibat bencana banjir yang telah berlangsung selama kurang lebih satu pekan terakhir. Banjir tersebut diduga kuat dipicu oleh meluapnya kanal milik PT National Sago Prima (NSP), yang hingga kini airnya belum juga surut dan terus merendam pemukiman serta fasilitas umum desa.

Luapan air kanal itu semakin parah setelah tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Tidak adanya saluran pembuangan akhir air kanal membuat debit air terus meningkat dan akhirnya melimpah ke kawasan permukiman warga. Akibatnya, ratusan warga terdampak, aktivitas lumpuh, dan kerugian materiil pun tak terhindarkan.

Keluhan keras disampaikan oleh Indra, selaku Ketua Pemuda Teluk Buntal, yang menyuarakan keresahan masyarakat atas kondisi tersebut. Ia menyebut banjir ini telah membawa dampak serius bagi kehidupan warga sehari-hari.

"Kami sangat di rugikan atas kejadian tersebut, rumah kami tenggelam, jalan kami tenggelam, aktifitas terganggu, bahkan banyak tanaman masyarakat kami berdampak akibat banjir tersebut," Ungkapnya.

Menurut Indra, banjir tidak hanya merendam rumah dan kebun warga, tetapi juga memutus akses jalan utama desa. Kondisi ini membuat masyarakat tidak bisa beraktivitas secara normal, bahkan untuk keperluan mendesak seperti urusan administrasi ke kecamatan maupun kabupaten.

Ia mengungkapkan, terputusnya akses jalan turut berdampak pada jalannya roda pemerintahan desa. Pelayanan publik terganggu, mobilitas aparatur desa terbatas, dan aktivitas ekonomi masyarakat nyaris terhenti.

"Kami hari ini tidak bisa kemana mana akibat akses jalan yang putus. Sehingga kami tak bisa untuk ke Kecamatan dan Kabupaten. Hal ini bukan saja berdampak pada masyarakat, namun juga berdampak kepada jalannya roda Pemerintahan disini," Jelasnya.

Ironisnya, hingga saat ini warga mengaku belum menerima bantuan apa pun dari pihak perusahaan, meskipun banjir telah berlangsung cukup lama. Kondisi tersebut memicu kegelisahan dan kekecewaan di tengah masyarakat. Bahkan, sebagian warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka tidak lagi layak ditempati akibat terendam air.

Indra juga menyoroti minimnya progres penanganan kanal. Padahal, menurut informasi yang diterima masyarakat, pembersihan kanal seharusnya rampung pada bulan Desember ini. Namun kenyataannya, hingga kini tidak terlihat adanya langkah nyata di lapangan.

Atas kondisi tersebut, masyarakat Teluk Buntal mendesak Pemerintah Daerah agar segera turun tangan dan tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut. Mereka juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan, di antaranya:

1. Bantuan sembako sebanyak 150 KK bagi warga terdampak
2. Bantuan papan sebanyak 5 ton untuk perbaikan jalan
3. Pembuatan kanal pembuangan air
4. Penggantian bibit tanaman masyarakat seperti kelapa, karet, pinang, serta tanaman hidup lainnya

Indra menegaskan, apabila tuntutan tersebut tidak diindahkan, masyarakat akan menempuh langkah lanjutan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, termasuk melaporkan persoalan ini kepada aparat penegak hukum. Warga menilai kejadian ini sebagai bentuk kelalaian dalam pelaksanaan AMDAL oleh pihak perusahaan.

Penyampaian tuntutan masyarakat tersebut turut disaksikan oleh Camat Tebing Tinggi Timur, Kepala Desa Teluk Buntal, serta sekitar 80 orang warga yang hadir langsung menyuarakan aspirasi dan keresahan mereka atas bencana banjir yang tak kunjung teratasi.

(Reporter: Amin Siregar)

Simak Breaking News & Berita Terbaik di Newsfaktual.my.id! Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp! Ikuti Newsfaktual.my.id | Fakta Mengabarkan dan tetap terhubung dengan informasi terbaru. Klik di sini untuk bergabung: Ikuti saluran Newsfaktual.my.id | Fakta Mengabarkan di WhatsApp: (https://whatsapp.com/channel/0029VbAqSKG5Ui2TUJDCqL0D)