Meranti – Akses pendidikan yang lebih aman dan layak kini mulai dirasakan para siswa di SD Negeri 18 Semulut, Desa Banglas Barat, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti. Kepolisian resmi meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi pada Selasa (17/3/2026), sebagai bagian dari program pembangunan infrastruktur di Provinsi Riau.
Peresmian tersebut tidak hanya berlangsung secara lokal, tetapi juga menjadi bagian dari agenda serentak tingkat provinsi yang dilaksanakan melalui sambungan virtual. Program ini mencakup peresmian puluhan jembatan serta dimulainya pembangunan jembatan baru di berbagai wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi.
Secara keseluruhan, kegiatan ini meliputi peresmian 27 jembatan dan peletakan batu pertama untuk pembangunan 83 jembatan baru di sejumlah kabupaten dan kota di Riau. Program tersebut diinisiasi sebagai langkah percepatan pembangunan infrastruktur dasar, khususnya di daerah terpencil dan wilayah dengan akses yang masih minim.
Di lokasi kegiatan, suasana peresmian berlangsung khidmat dan penuh antusias. Acara yang digelar di SDN 18 Semulut itu dimulai sekitar pukul 12.45 WIB dan dihadiri berbagai unsur pimpinan daerah.
Tampak hadir Bupati Kepulauan Meranti Asmar, Ketua DPRD Khalid Ali, Kapolres Aldi Alfa Faroqi, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Selain itu, para tenaga pendidik, siswa, dan masyarakat setempat juga turut menyaksikan momen penting tersebut.
Dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual, Kapolda Riau Herry Heryawan menjelaskan bahwa program Jembatan Merah Putih Presisi merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang kemudian diteruskan oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Ia menegaskan bahwa Polri kini tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga didorong untuk terlibat aktif dalam percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau.
Dalam penjelasannya, Kapolda menyoroti kondisi di lapangan yang masih memprihatinkan. Ia mengungkapkan, "Pembangunan jembatan ini diharapkan meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa masih banyak daerah di Riau yang memiliki jembatan tidak layak, bahkan berisiko bagi masyarakat, terutama pelajar yang harus melintasi jembatan kayu atau menyeberangi sungai demi mencapai sekolah.
Program ini menargetkan pembangunan total 110 jembatan di seluruh wilayah Riau. Dari jumlah tersebut, 27 jembatan telah selesai dan diresmikan, sementara sisanya masih dalam tahap pembangunan.
Rangkaian kegiatan peresmian juga diisi dengan penandatanganan prasasti, dialog interaktif antara pejabat pusat dan daerah, serta simbolisasi dimulainya pembangunan tahap berikutnya.
Dalam dialog tersebut, turut terlibat Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, serta Kapolri yang berinteraksi langsung dengan masyarakat penerima manfaat.
Pemerintah daerah Kepulauan Meranti menyambut baik pembangunan jembatan tersebut. Infrastruktur ini dinilai sangat penting, khususnya bagi masyarakat di Dusun Semulut yang selama ini menghadapi keterbatasan akses menuju fasilitas pendidikan.
Dengan diresmikannya Jembatan Merah Putih Presisi, diharapkan mobilitas warga semakin lancar dan aman, terutama bagi para siswa yang kini dapat menuju sekolah tanpa harus menghadapi risiko seperti sebelumnya.(***)

