-->

Notification

×

Translate

Kode Iklan Homepage 970x250 atau 728x90 taruh disini --

Kode Iklan mobile 728x90 taruh disini

Tag Terpopuler

Launching Serentak Program Kapolda Riau, Personel Polres Kepulauan Meranti Kenakan Tanjak dan Selempang Setiap Jumat

Jumat, 20 Februari 2026 | 13:51 WIB Last Updated 2026-02-20T06:51:59Z



SELATPANJANG – Nuansa berbeda tampak di halaman apel Polres Kepulauan Meranti pada Jumat (20/2). Di bawah langit pagi Selatpanjang, para personel kepolisian berdiri rapi mengenakan tanjak di kepala dan selempang di pundak, memadukan seragam dinas dengan identitas budaya Melayu.


Pemakaian tanjak dan selempang tersebut merupakan bagian dari program Kapolda Riau, Herry Heryawan, yang dilaksanakan serentak di seluruh jajaran Polda Riau. Program ini menjadi langkah simbolik sekaligus strategis dalam memperkuat nilai budaya lokal di lingkungan institusi Polri.


Di Polres Kepulauan Meranti, apel launching dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Aldi Alfa Faroqi, didampingi Wakapolres Kompol Detis Mayer Silitonga, serta diikuti para pejabat utama, perwira, dan seluruh personel.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum DPH Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti Datuk Sri Afrizal Cik, Sekretaris Umum Datuk Zaini Mahaddun, Ketua Umum Majelis Kekerabatan Adat LAMR Hj. Drs. Idham, serta Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Saiful Bakhri.


Prosesi launching ditandai dengan pemasangan tanjak dan selempang secara simbolis oleh Kapolres bersama Ketua LAMR kepada perwakilan personel. Momen tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi simbol kolaborasi antara institusi kepolisian dan lembaga adat dalam menjaga identitas budaya Melayu di Bumi Lancang Kuning.


Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa kebijakan ini memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar perubahan tampilan seragam.


Ia menyampaikan bahwa Polri memiliki tanggung jawab yang tidak hanya terbatas pada aspek keamanan dan ketertiban masyarakat.


"Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk merawat nilai-nilai adat serta menjaga marwah budaya Melayu di Bumi Lancang Kuning," ujar AKBP Aldi.


Lebih lanjut, Kapolres menekankan bahwa tanjak dan selempang bukan sekadar atribut tambahan, melainkan simbol kehormatan yang sarat nilai.


Ia menegaskan bahwa di balik simbol tersebut, terdapat harapan masyarakat terhadap sosok polisi yang santun dan berintegritas.


"Tanjak dan selempang bukan hanya atribut. Ini adalah simbol jati diri dan lambang kehormatan. Di pundak setiap anggota tersemat harapan masyarakat tentang kesantunan, tanggung jawab, dan integritas dalam bertugas," tegasnya.


Menurut AKBP Aldi, budaya Melayu mengajarkan bahwa kekuatan sejati tidak hanya tercermin dari ketegasan, tetapi juga dari keluhuran budi dan kebijaksanaan dalam bertindak.


Ia menambahkan bahwa profesionalisme kepolisian harus berjalan seiring dengan kedekatan emosional terhadap masyarakat.


"Polisi yang profesional adalah polisi yang mampu menghadirkan rasa aman sekaligus dicintai masyarakat," tambahnya.


Kapolres juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Ia menilai, sentuhan budaya dan penghormatan terhadap kearifan lokal menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik.


"Dengan mengenakan tanjak dan selempang, kami ingin menunjukkan bahwa Polri adalah bagian dari masyarakat Melayu, hadir di tengah-tengah mereka, menjaga serta menghormati nilai-nilai yang dijunjung tinggi," ungkap AKBP Aldi.


Dalam kesempatan itu, Kapolres turut menyampaikan apresiasi kepada LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti serta Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata atas sinergi dalam upaya pelestarian budaya Melayu di Negeri Sagu.


Menutup arahannya, Kapolres mengajak seluruh personel menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum refleksi dan penguatan integritas dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.


Ia menegaskan bahwa nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam Ramadhan selaras dengan tugas kepolisian sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.


"Ramadhan adalah bulan pengendalian diri, kesabaran, serta penguatan nilai spiritual dan sosial yang selaras dengan tugas kepolisian," tutupnya.


Melalui program ini, Polres Kepulauan Meranti tidak hanya mempertegas komitmennya dalam menjaga keamanan, tetapi juga menunjukkan bahwa Polri tumbuh dan berakar dalam budaya masyarakat yang dilayaninya menghadirkan wajah kepolisian yang profesional, humanis, dan beridentitas Melayu.(***)



Simak Breaking News & Berita Terbaik di Newsfaktual.my.id! Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp! Ikuti Newsfaktual.my.id | Fakta Mengabarkan dan tetap terhubung dengan informasi terbaru. Klik di sini untuk bergabung: Ikuti saluran Newsfaktual.my.id | Fakta Mengabarkan di WhatsApp: (https://whatsapp.com/channel/0029VbAqSKG5Ui2TUJDCqL0D)